Honor band 3 sang pengganti Xiaomi miband 2

Sekitar setengah tahun lalu saya mulai menggunakan sebuah smartband merk miband 2 dari xiaomi dengan harga yang relatif murah dan fungsi yang cukup bagus untuk kegiatan olahraga dan daily tracking miband 2 sudah memberikan kepuasan bagi saya. Tapi rupanya hal itu tidak berlangsung cukup lama karena hanya dalam waktu 1,5 tahun saja miband 2 pada hari ini sudah kehilangan kekuatan untuk terus dapat digunakan dan akhirnya saya harus menggantinya dengan yang lain, inginnya sih ganti dengan generasi miband 3 tapi ternyata xiaomi belum berpikir ke arah sana maka terpaksa saya mencari device serupa dari pabrikan lain dan akhirnya pilihan itu tertuju pada honor band 3.

Salah satu alasan utama saya mempensiunkan miband 2 karena saya mulai menyadari layar dari miband ini mulai memudar dan redup, bahkan diruangan yang gelap sekalipun saya harus memicingkan mata untuk sekedar melihat jam ( tanggal dan bulan sudah tidak mungkin dilihat karena ukuran nya lebih kecil dari angka jam ). saya mencari di berbagai forum komunitas xiaomi dalam dan luar negeri ternyata banyak juga yang mempunyai permasalahan yang sama. Ada yang curiga ini masalah dengan update firmware tapi ada juga yang berasumsi bahwa ini adalaha masalah hardware yang sudah mulai aus seiring waktu. Tidak ada solusi untuk masalah ini, setidaknya sampai tulisan ini dibuat saya tidak menemukan satupun solusi dari orang-orang yang mengalami hal ini. Selain dari masalah layar redup faktor kedua adalah di strap, selama penggunaan, miband 2 ini sudah menghabiskan 3 strap, 2 strap  original dan 1 strap kw, hampir semuanya rusak dalam kurun waktu 3-4 bulan tapi anehnya yang versi kw justru paling awet dan tidak gampang rusak seperti strap originalnya. Selain dua masalah itu secara fungsi semua sensor masih berjalan dengan baik.

Setelah itu saya pun mulai mencari-cari pengganti dari miband 2, dengan kriteria utamanya adalah
- Water resistant, saya merasa agak ribet kalau harus melepaskan smart band jika akan ke kamar mandi atau beraktivitas di lingkungan yang basah. jadi, water resistant itu hal yang wajib.
-  Simple, saya tidak suka dengan smartband atau smartwatch yang terlalu mencolok yang jika dipakai seolah-olah berteriak ke orang-orang sekitar bahwa saya sedang memakai smartwatch. saya lebih suka dengan design yang lebih sederhana dan blending dengan badan.
- Daya tahan baterai yang panjang, hal yang paling merepotkan dari sebuah wearable canggih adalah daya tahan baterai nya yang pendek, beberapa merk terkenal seperti samsung gear mengharuskan kita mencharge nya setiap hari layaknya smartphone. saya tidak mau kerepotan itu.
- Bisa tracking aktivitas sepeda, ini hal yang lebih personal, karena saya suka bersepeda maka smartband nya wajib bisa mentracking kegiatan sepeda saya setiap pagi.
- Heart Rate monitor, apalah artinya tracking aktivitas tanpa dibarengi dengan tracking detak jantung kayanya dua hal itu sudah hal yang wajib untuk dapat mendapatkan data kesehatan yang lebih akurat.

Beberapa kandidat device yang sempat saya pertimbangkan adalah sebagai berikut

1. Amazfit BIP

Secara umum fitur dari amazfit bip ini sangat saya sukai bahkan saya hampir saja membeli smartwatch ini di salah satu marketplace tapi akhirnya saya terhenti karena di detik-detik terakhir ketika saya menemukan bahwa banyak pengguna amazfit bip mengalami kerusakan di layar yang burn-in karena masuk air yang artinya device ini tidak sepenuhnya water resistant bahkan di beberapa review ada yang menunjukan adanya lubang kecil di sekitar body yang tidak diketahui fungsinya dan ada kemungkinan air untuk masuk melalui lubang itu, kemudian di beberapa poster promosinya ada 1 poster yang secara jelas mengatakan bahwa bip ini dilarang digunakan untuk berenang dan mandi, agak aneh sebenarnya padahal di spesification nya disebutkan bip memiliki sertifikasi IP68 tapi tidak bisa dipakai di air. di beberapa forum disebutkan juga bahwa ternyata bip hanya mempunyai toleransi water resistant sebesar 1 ATM, yang artinya sangat rendah sekali bahkan cipratan air wastafel saja sudah bisa melampaui 1 ATM. Karena hal ini akhirnya saya mencoret BIP dari daftar belanja saya.

2. Garmin  VivoSmart 3

Mendengar nama Garmin maka biasanya akan terdengar pula jeritan dari dompet yang terkuras karena harga device garmin selalu mahal. tapi design dari vivo smart 3 yang simple sempat menggoda saya untuk meminangnya, ditambah dengan banyak sekali fitur2 advanced di dalamnya seperti automatic tracking, rep counter, wellness monitoring, Vo2 max status dll yang semuanya wow banget lah. hampir semua syarat utama terpenuhi oleh vivosmart 3 ini sampai di bagian tracking ternyata vivosmart 3 tidak support bicycle tracking yang mana merupakan aktivitas yang paling sering saya lakukan, di beberapa forum disebutkan bahwa vivosmart 3 bisa melakukan tracking sepeda tapi semua itu harus dilakukan manual, jadi traking dengan dulu dengan run tracker kemudian di aplikasi rubah aktivitas itu ke bicycle. sangat merepotkan. mereka merekomendasikan untuk menggunakan vivoactive 3 tapi saya gak sreg di design nya yang bukan lagi smartband tapi sudah lebih mirip jam analog biasa yang buat saya ide soal menggunakan jam tangan 24/7 terasa aneh. Ada juga option dari garmin vivofit 4, dari segi design dan waterproof oke bisa tracking sepeda dan batre nya awet juga tapi yang jadi masalah tidak ada heart rate sensor.

3. Fitbit Charge 2

Smartband ini sempat masuk kedalam list, tapi tidak lama karena fibit ini langsung tidak lolos dibagian waterproof padahal dari segi fitur lain bisa dikatakan paling bagus dan lengkap dibanding merk lain tapi faktor utama tidak terpenuhi jadi keluar dari pilihan.

4. amazfit arc,
arc bisa dibilang miband dengan model baru, dari semua segi selain strap arc memiliki tampilan yang sama dengan miband 2 mungkin karena berasal dari keluarga perusahaan yang sama ini mungkin adalah miband 2 versi amazfit. saya tidak tertarik karena trauma dengan masalah layar redup nya miband 2.

Akhirnya setelah membaca puluhan review berbagai smartband yang ada di internet, saya menentukan pilihan di honor band 3 dengan beberapa alasan

1. Design simple
Design nya simple, layar oled black & white khas miband, strap nya halus terasa premium nya. tidak seperti miband 2 yang strap original nya gampang copot jika tergesek dengan benda lain, strap honor band 3 sangat solid karena strap nya memiliki dua pengait sehingga memperkuat strap tetap ditempatnya. untuk deteksi heart rate nya juga tidak perlu diikat terlalu kuat seperti miband, cukup nempel saja sudah bisa terdeteksi dengan sempurna sehingga tidak membuat tangan sakit karena diikat terlalu kuat.

2. Layar
Layar nya lebih lebar dari miband dan juga lebih cerah. Dari sejak baru beli miband 2 sudah tidak memungkinkan untuk dilihat dibawah sinar matahari tapi honor band 3 setelah saya test di outdoor dibawah terik sinar matahari tampilan layarnya masih bisa dilihat dengan jelas. Ini salah satu faktor yang membuat saya suka dengan honor band ini. selama saya menggunakan miband 2 tidak pernah bisa menggunakannya di outdoor.

3. waterproof
soal waterproof sudah tidak perlu lagi ditanyakan karena secara default honor band 3 support swim tracking. 5 ATM.

4. battery life
Honor mengklaim bahwa honor band 3 ini mempunyai ketahanan batre sampai 30 hari ( dengan syarat dan ketentuan ). saya pribadi tidak percaya klaim ini, karena miband 2 juga dengan kondisi tidak digunakan tidak pernah sampai 30 hari, ekspektasi saya sih maksimal 2 minggu. waktu charging nya sangat cepat juga hanya sekitar 1 jam . jika dibandingkan dengan miband 2 daya waktu hidup sedikit lebih buruk, honor band sanggup menghidupkan dirinya sampai maksimal 10 hari dengan settingan semua sensor dan notifikasi on. di app nya sendiri disebutkan bahwa jika ingin mencapai waktu 30 hari, beberapa sensor harus dimatikan.

5. Firmware update
Firmware nya masih cukup sering diupdate, di firmware originalnya tidak terdapat tracking sepeda tapi di update terbarunya terdapat pilihan untuk tracking sepeda. di beberapa forum banyak yang mengeluh tentang sleep tracking nya yang tidak berfungsi dengan benar sejak update ke versi terbaru, tapi dari pengalaman saya semua fitur berfungsi sebagai mana mestinya.

6. Aplikasi
Tidak seperti miband yang menggunakan 1 aplikasi untuk melakukan segalanya, honor band 3 membutuhkan 2 aplikasi untuk bisa berjalan normal, yang pertama huawei wear dan huawei health, huawei wear digunakan untuk mensetting teknis dari smartband mulai dari settingan tampilan, setting alarm, on / off sensor sampai update firmware. sedangkan huawei health berfungsi untuk mengola data dari sensor yang ada sehingga bisa dibaca dengan lebih detail dan enak dilihat. agak merepotkan sih pada awalnya tapi setelah berjalannya waktu cukup 1 app yang sering dibuka yaitu huwaei healt sedangkan huwaei wear cukup sekali aja untuk melakukan setting. Koneksi antara smartband dan handphone pun berlangsung sangat stabil, setiap terdikoneksi karena terpisah jarak, mereka akan langsung terkoneksi lagi jika sudah dalam jangkauan, yang menjadi sedikit masalah adalah jika handphone dalam keadaan sleep dan koneksi terputus, koneksi tidak bisa terjadi secara otomatis kita harus membangunkan handphone ke mode siaga barulah koneksi akan terjadi. seingat saya koneksi di miband 2 bisa otomatis terjalin walaupun handhphone dalam keadaan sleep.

Update
Pertanggal 16 April 2018 Honor mengupdate aplikasi huawei health nya ke versi 8.0 dan di versi ini tidak lagi diperlukan aplikasi huawei wear untuk melakukan setting terhadap honor band, itu artinya tidak diperlukan lagi 2 aplikasi terpisah untuk penggunaan honor band 3 ini, update yang sangat berfaedah, mengurangi kerepotan harus berpindah-pindah aplikasi. 


Tag : komputer
0 Komentar untuk "Honor band 3 sang pengganti Xiaomi miband 2"
Back To Top