Kenapa Kita Membenci?

          Siapa yang kamu benci? sebelum kamu menyangkal emosi jelek ini, coba pikirkan seperti ini, siapa orang yang sangat kamu benci, membuat kamu marah, kesal, ? masih belum merasa? kalau begitu bagaimana perasaan mu tentang teroris, pemerkosa, pencabul anak, atau pembunuh? adolf hitler mungkin? Osama bin laden? atau bahkan mungkin ahok dan jokowi?, jika kamu jujur dan kamu itu manusia, maka kamu harus mengakui bahwa kamu merasakan kebencian. Alih-alih menyangkal akan lebih baik jika kamu menghadapinya, dan untuk melakukannya kita perlu mengerti akar dari perasaan kebencian.

Mengapa kita membenci?
1. Takut - Ketakutan yang kita punya terhadap orang/tempat/situasi yang memiliki kekuatan untuk menyakiti kita akan meningkatkan kebencian. Itu adalah reaksi natural terhadap perasaan terancam, yang berasal dari seseorang atau sesuatu diluar kontrol kita. contohnya teroris, Boss , Pemerintah, Orang tua, rekan kerja. Ketakutan melahirkan kebencian dan penghinaan.

2. Marah -  Merupakan sebab dan akibat kebencian. Ketika anak-anak tidak mendapatkan apa yang dia inginkan, mereka seringkali akan berteriak "Aku benci kamu". Sebagai orang dewasa mungkin kita sudah tidak lagi menggunakan kata-kata itu, tapi racun dan serangan dalam kemarahan adalah bentuk kebencian. Kita semua punya momen dimana kita marah bahkan dengan orang yang kita cintai sekalipun, idealnya kemarahan itu akan berakhir cepat. Kemarahan yang terus menerus akan melahirkan kebencian yang amat sangat dalam.

3.Cemburu dan Iri - berasal dari rasa ketidakamanan dan keinginan untuk memiliki sesuatu yang dimiliki oleh orang lain. Dibalik keduanya adalah nafsu kebencian yang menginginkan orang gagal.

4. Intoleransi - Kita cenderung untuk takut terhadap sesuatu yang tidak kita mengerti. Hal itu akan menuju kepada diskriminasi dan kebebalan atau bigotry. Orang berpiemikiran tertutup menolak orang-orang yang secara signifikan berbeda dengan mereka seperti orang yang tidak memiliki kesamaan opini atau kepercayaan. Yang paling fanatik dari kelompok ini merupakan potensi besar dari sebuah kebencian.

5. Prasangka - Kita berprasangka berdasarkan bias yg diajarkan sejak kita lahir dan juga berdasarkan opini-opini terhadap stereotypes. Kita meniru kepercayaan dan prasangka yang dimiliki oleh orang tua kita, guru-guru kita, agama dan kebudayaan.

Kamu harus diajarkan
Untuk membenci dan takut
Kamu harus diajarkan

Dari tahun ke tahun
Hal itu harus didengungkan terus
kedalam telinga kecilmu
Kamu harus diajari dengan sangat hati-hati

Kamu harus diajari untuk takut
Terhadap orang matanya terlahir berbentuk aneh
Dan kepada orang-orang yang memiliki warna kulit berbeda
Kamu harus diajari dengan sangat hati-hati

Kamu harus diajari sebelum terlambat
Sebelum kamu berumur 6 atau atau 7 atau 8 tahun
Untuk membenci semua orang yang saudaramu benci.
Kamu harus diajari dengan sangat hati-hati.
 by Rogers and Hammerstein

6. Kepercayaan diri yang rendah -  Orang yang mengkritik secara berlebihan sering membayangkan bahwa mereka akan terlihat lebih baik dengan membuat orang lain terlihat jelek.Mereka mencoba meningkatkan citra dirinya yang rapuh itu dengan cara memandang orang lain dengan hinaan.

7. Projeksi - Kita menyangkal hal-hal yang tidak kita inginkan seperti pikiran, emosi dan kesalahan dan kemudian memprojeksikan nya kepada orang lain. Kita menyalahkan penyebab dari luar untuk ketidakbahagiaan dan masalah yang terjadi dalam hidup kita.

8. Mood - Entah kita suka atau tidak suka dengan orang lain hal itu dipengaruhi oleh emosi kita, kondisi mood kita ketika dalam satu waktu. Kita melihat lewat kacamata berwarna warni ketika berada dalam pikiran yang negatif.

9. Pengaruh kelompok - Kita sangat mudah terpengaruh oleh teman, keluarga, lingkungan, dan media. Kita cenderung untuk mengambil dan memiliki sikap yang sama dengan orang yang paling dekat dengan kita.Ketika sebuah opini dibentuk oleh kelompok yang sebaya atau gossip, kebencian atau kecintaan kelompok akan mulai meningkat.

10. Bawah Sadar - Kita adalah sebuah kombinasi yang unik dari ingatan, insting primitif, nilai, dan penilaian yang membawa kita untuk mengatakan kepada seseorang " saya langsung suka sama dia" atau "Tidak percaya dengan orang itu dari menit pertama mata saya melihatnya". Kita membiarkan reaksi otomatis menentukan pikiran dan perasaan kita.

Perasaan bencimu menyakiti mu!

Kebencian adalah pikiran.Kita berpikir kita membenci seseorang atau sebuah kejadian, tapi sebenarnya kita membenci perasaan yang bangkit dari dalam diri kita. Dengan memprojeksikan kedalam kebencian itu, kita menggambarkan bahwa masalah nya ada "di luar" sana padahal masalahnya ada dalam diri sendiri yang memelihara dan menopang kebencian sehingga meniadakan kemampuan untuk merubahnya.

Kita sendiri lah yang bertanggung jawab dan mengontrol pikiran dan perasaan kita. Dan kita juga yang akan menderita dari efek racun kebencian itu.

Kebencian adalah emosi yang merusak, dia melahap habis orang dan hubungan sosial nya. Kebencian meracuni atmosphere dan memunculkan aksi kebencian. Kita bisa mengutuk dan berusaha memperbaiki hal-hal buruk yang terjadi di dunia tanpa perlu merasakan kebencian. Kebencian mentup pikiran dan menghalangi jalan menuju aksi yang membangun.

Menyangkal emosi negatif dengan menekan nya kedalam alam bawah sadar dimana mereka akan semakin berkembang menjadi kuat dan memiliki efek yang merugikan.
Menyadari keberadaan mereka adalah jalan menuju pemahaman diri dan penyembuhan. Teliti emosi anda, dari mana mereka datang, dan apa dasar dari kehadiran nya?

Perasaan tidak datang secara tiba-tiba, Itu adalah sekumpulan pikiran yang telah mencapai vibrasi yang sangat kuat untuk dirasakan. Mereka memberi tanda apa yang sedang terjadi didalam pikiran... Pikiran tentang ketakutan memunculkan gelombang energi yang memblok energi positif yang akan mengakibatkan kesakitan fisik dan emosi.

Maka berhentilah membenci, mulailah mencintai sesama mahluk hidup di planet ini. Hilangkan kebencian turunan yang dibawa oleh orang tua, leluhur, lingkungan. ingat yang saling membenci dan bermasalah adalah orang di masa lalu yang tidak ada hubungannya dengan kita. kita sebagai penduduk bumi harus bisa hidup saling berdampingan dengan semua mahluk tanpa membenci dan mempermasalahkan perbedaan yang ada.
Tag : opini
0 Komentar untuk "Kenapa Kita Membenci?"
Back To Top