Mengapa masih ada yang tertipu jual beli online?


Pagi ini ketika saya iseng baca thread di kaskus saya menemukan satu thread yang bercerita tentang pengalaman nya tertipu ketika membeli sebuah Iphone 6s dengan harga 5 juta. hanya dengan membaca satu kalimat itu saja saya sudah miris mendengarnya ko bisa orang percaya ada orang yang menjual sebuah iphone yang harga barunya saja diatas 10juta tapi ditawarkan dengan harga setengahnya. too good to be true but hell tetep aja ada yang tergoda dengan tawaran seperti itu.

Bukan hanya hari ini saja di tahun 2016 ini sering sekali saya masih melihat orang yang tertipu ketika bertransaksi online. kadang saya merasa heran ko bisa sih tertipu bukankah platform pembayaran online sekarang ini sudah sangat mudah dan gratis bahkan bisa dibayar melalui indomart, Apa mungkin orang-orang yang tertipu ini tidak punya televisi dirumahnya sehingga tidak tau kalau ada situs semacam tokopedia atau bukalapak yang bisa memfasilitasi transaksi online mereka.

Dari setipa kasus penipuan yang terjadi inti permasalahan nya adalah karena si pembeli melakukan transfer langsung ke si penjual tanpa perantara dan jaminan bahwa si penjual ini akan mengirimkan barang  yang dijanjikan ke pembeli. yang pada akhirnya si pembeli panik karena kontaknya di hapus oleh penjualnya dan uang nya kabur di bawa lari.

Modus penipuan online sebenarnya bisa dilihat dengan jelas jika kita melihatnya dengan pikiran yang jernih dan tidak terburu-buru. umumnya penipu online akan melakukan

- Harga barang yang miring, jauh dari harga pasaran
ini yang harus diwaspadai pertama kali kita melihat barang yang dijual dengan harga miring. yang pertama langsung lakukan research di google pastikan berapa harga pasaran barang yang akan kita beli tersebut, jika berbeda jauh segera hentikan transaksi anda jika tidak mau menyesal. untuk menghindarinya, ketika kita sedang ingin membeli barang online jangan terburu-buru santai saja toh barang itu tidak akan kemana. ketika kita terburu-buru otak tidak akan bisa memproses informasi secara jernih dan rasional. ini terbukti dari pengalaman para korban penipuan yang baru sadar dirinya tertipu setelah otaknya santai dan mulai berpikir rasional

- Selalu ingin melakukan transaksi langsung
Salah satu modus penipu adalah dia akan selalu mencari cara bagaimana mendapatkan uang korban nya tanpa melalui perantara dalam hal ini layanan pembayaran tokopedia atau bukalapak. ada satu modus penipuan di tokopedia yang pernah saya temu diamana si penipu beralasan bahwa sistem tokopedia sedang error dan meminta kepada korban nya untuk melakukan transfer langsung. Ini yang harus dihindari dan kita jangan mudah percaya dengan perkataan orang asing. jika ini terjadi segera konfirmsi ke customer service untuk menanyakan apakah benar sistem nya sedang ada masalah.

- Meyakinkan Korban nya dengan menggunakan identitas palsu
Cara berikutnya adalah dengan cara mengirimkan berbagai macam identitas yang diakui nya sebagai miliknya kepada pembeli untuk meyakinkan korban bahwa identitas dirinya jelas dan tidak mungkin menipu sehingga si korban berani untuk melakukan transfer langsung. Ini juga perlu diwaspadai apapun yang terjadi mau dikirim ID apapun tolong jangan dipercaya dan tetap cari jalan aman yaitu jangan transfer langsung, titik.

Lalu bagaimana caranya terhindar dari modus penipuan seperti ini?

yang pertama dan terakhir dan paling penting adalah Hindari transfer langsung ke rekening penjual apapun alasan nya.

Jika kita tidak melakukan itu niscaya penipuan tidak akan menghampiri kita, jangan mudah percaya dengan penjual siapapun itu walaupun mungkin penjual tersebut sudah terpercaya atau gimana pun tetap lakukan transaksi melalui pihak ketiga untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan kita tidak akan pernah tau apa yang akan terjadi di masa depan.


Tag : opini
1 Komentar untuk "Mengapa masih ada yang tertipu jual beli online?"
Back To Top