Science dan agama

Berbicara tentang science dan agama pasti akan banyak bermunculan kontroversi ada yang pro dan kontra. yang pro biasanya adalah orang yang fanatik dimana dia mendasarkan segala sesuatu didunia atas kebenaran agama dan yang kontra sebaliknya berpendapat bahwa agama tidak selalu benar dalam segala hal.

Beberapa hari yang lalu saya mendapati sebuah berita yang agak nyeleneh di reddit, seorang ulama arab mengatakan bahwa haram hukumnya percaya bumi itu berputar yang sekaligus tidak setuju dengan fakta bahwa bumi berputar mengelilingi matahari, bisa dibaca disini . ketika membaca klaim orang ini reaksi pertama saya adalah takjub, heran, sedikit kesal. ko bisa di jaman modern seperti ini masih ada orang yang tidak tahu kalau bumi ini berputar dan mengelilingi matahari. atau dia perlu dibawa ke luar angkasa supaya mata nya bisa melihat sendiri seperti apa planet tempat dia hidup selama ini. beberapa orang menyebut ulama ini sebagai seorang time traveler yang berasal dari masa kegelapan eropa jaman dulu yang memang punya pemikiran yang sama. entah kebetulan atau tidak tanggal dia mengklaim itu bertepatan dengan hari kelahiran galileo.

Di zaman informasi cepat seperti sekarang ini mustahil ada orang yang tidak tahu akan sesuatu apalagi ilmu pengetahuan dasar seperti itu, yang ada adalah orang yang tidak mau tau atau ignoran. orang semacam ini bukan tidak tau tapi tidak mau tau karena fakta yang ada tidak sesuai dengan kepercayaannya. Sejenak saya berpikir mungkin tidak semua orang islam seperti itu, mungkin pernyataan dia bersifat pribadi dan tidak mewakili umat islam secara umum. Tapi jika di flashback beberapa tahun yang lalu, saya jadi teringat dengan salah seorang teman dunia maya saya di facebook. dari paras wajahnya bapak ini adalah orang yang sudah cukup tua, di social media dia sering sekali share tentang artikel agama islam, sampai suatu hari dia mengshare tentang sebuah artikel yang mengatakan bahwa dia yakin perjalanan manusia ke bulan itu adalah kebohongan belaka.

Artikel hoax tersebut umurnya sudah cukup lama bagi saya, beberapa tahun sebelumnya saya sudah pernah membaca dan mempelajari dimana kelemahan argumen dan bukti dari si pembuat artikel. saya pun masuk dan mengcounter argumen nya tentang hal ini, tebak apa yang terjadi, semakin panjang diskusi ini semakin tidak masuk akal alih-alih memberikan saya bukti nyata dia malah membawa ayat-ayat al-quran sebagai dasar argumen padahal yang sedang dibahas adalah science yang tentu perlu dibuktikan secara kongkrit.

pada akhir diskusi akhirnya saya tahu dia bukannya tidak mengerti apa yang saya jelaskan tapi tidak mau mengerti alias ignoran. sebanyak apapun bukti dan argumen yang saya berikan tidak akan pernah bisa membuatnya membuka mata. sampai akhirnya dia mengatakan juga tidak percaya manusia bisa keluar angkasa dan ISS adalah hoax juga karena bertentangan dengan pernyataan Al-quran, maka saya berhenti disana, saya berhenti membuang-buang energi untuk orang seperti ini.

Asumsi saya yang mengira ulama arab itu menyampaikan pendapat pribadi ternyata tidak benar karena pada kenyataannya saya pernah bertemu dengan manusia serupa dan bukan tidak mungkin diluar sana banyak manusia-manusia ignoran lain yang yang berbagi pemikiran sejenis.

Bagi saya science adalah science dan agama adalah agama keduanya tidak bisa disatukan karena tidak saling compatible satu sama lain yang satu selalu meminta pembuktian atas claim yang satu selalu mengclaim tanpa bukti nyata sehingga keduanya jika dicoba untuk disatukan tidak akan menemui titik temu.

maka solusinya adalah dengan menempatkan keduanya pada tempatnya masing-masing, science di tempatnya sebagai ilmu pengetahuan dan agama di tempatnya sebagai tempat spiritual bagi jiwa dengan begitu tidak akan ada pertentangan antar keduanya. Jika ingin mendapat penjelasan ilmiah buka buku science dan jika ingin mencari solusi spiritual buka kitab suci agama.

sebenarnya sesimpel itu tapi pada prakteknya tidak, keduanya sering kali melanggar batas-batasnya, agama mencoba menjelaskan science dan science mencoba mencari kebenaran agama keduanya saling ngotot bahwa dirinya yang paling benar akhirnya yang ada adalah debat kusir yang tidak ada akhirnya.

Contoh intervensi agama dalam science sudah saya sebutkan diatas, dan science pun sering mencoba untuk mengintervensi agama, banyak hal yang dipertanyakan tapi yang paling sering adalah mengenai eksistensi Tuhan. pihak pendukung science seringkali mengolok-olok agama dengan mempertanyakan dimana bukti nyata keberadaan Tuhan. Tentu jawaban untuk hal ini tidak ada secara science karena ranah nya sudah berbeda, keberadaan Tuhan hanya bisa dijelaskan dengan keimanan, tidak dengan nalar karena semakin dicari buktinya secara empiris semakin tidak ada, Tuhan berada diluar nalar logika manusia dan science berada dalam dunia logika. Sebagai ilustrasi, saya pernah menonton sebuah film animasi berjudul flatland, dalam film ini diceritakan tentang mahluk-mahluk yang berada di dunia 2 dimensi yang terdiri dari mahluk yang berbentuk segiempat,segitiga dan bentuk 2D lain nya. para mahluk flatland ini tidak menyadari keberadaan dunia 3D atau dunia kita bagi mereka tidak masuk akal ada mahluk diluar flatland walaupun kadang mahluk 3D itu mungkin berada sangat dekat dengan mereka mengawasi mereka. begitupun manusia yang hidup di dunia 3D bisa jadi diluar sana ada mahluk 4D yang kita sebagai manusia memiliki ketidakpahaman yang sama seperti mahluk 2D dalam memahami mahluk 3D.

intervensi yang berikutnya yang paling sering terjadi, ada dibidang biologi yaitu tentang evolusi. saya tidak akan menulisnya disini karena akan terlalu panjang untuk menjelaskan masing-masing persfektip dari kedua kubu. mungkin di lain hari akan saya jelaskan dengan satu artikel lagi.

Dan akhirnya agama islam sendiri mengajarkan tentang adil, apa itu? adil adalah ketika kita menempatkan sesuatu itu pada tempatnya, dalam hal ini saya ingin menerapkan keadilan dalam menempatkan agama sebagai pedoman hidup, pedoman cara menjalankan dan memaknai kehidupan manusia sejak lahir sampai akhirnya mati.  dan science sebagai usaha manusia untuk menjelaskan lingkungan sekitarnya dan mengembangkan ilmu pengetahuan untuk memperbaiki kualitas hidup.bisa dirasakan betapa indah nya kehidupan jika dalam keadilan, semuanya bergerak dalam koridornya masing-masing tidak saling mencampuri.


edit 4 Juni 2016.

saya baru mendapat kabar teman dunia maya yang saya ceritakan di artikel ini telah meninggal beberapa bulan lalu.

semoga beliau diberi tempat yang layak disisiNya.

Tag : life, opini
0 Komentar untuk "Science dan agama"
Back To Top