Pemikiran kolektif dan korelasinya dengan forex trading -part 1-

Dari berbagai jenis emosi dan insting yang berbeda di dalam otak kita, secara natural kita cenderung untuk bertindak secara kolektif ( secara sosial atau profesional ) yang merupakan salah satu penghambat dalam kesuksesan trading yang menarik untuk dibahas.

berkelompok atau kolektif disini merujuk pada kegiatan bersosialisasi dan bekerjasama dalam menyelesaikan suatu masalah. ambil contoh insting yang sudah terbawa secara genetik, atau sesuatu hal di masa kecil yang membuat kita terpesona. Ribuan tahun yang lalu, manusia butuh untuk berkelompok dalam sebuah komunitas kecil untuk bertahan hidup, karena jika sendirian manusia lebih sering mati lebih cepat tapi dengan membentuk sebuah grup atau kelompok kita bisa berburu binatang yang lebih besar dan kemungkinan berhasilnya lebih tinggi.

Pikiran kita sangat keren dan sekaligus sangat malas. kita bisa membuat penemuan baru, menjadi kreatif, dan merasakan identitas diri. tapi disaat yang sama kita juga suka mencari pengakuan dari orang lain dan berharap berada di dalam suatu grup.

Disinilah para trader baru terjebak dalam sebuah lingkaran setan: tanpa pernah menyadarinya, kenyamanan yang ditemukan dalam pemikiran kolektif akan meanahan mereka dari target yang mereka tuju.

Bukan berarti berpemikiran kolektif itu perbuatan yang jelek. faktanya,ada cara yang untuk lebih mendalami lebih dalam tentang hal ini sehingga ini menjadi hal yang positif untuk karir trading kita.

seperti yang disebutkan sebelumnya, pemikiran kolektif muncul ketika kita dihadapkan pada suatu kondisi yang mengharuskan kita untuk bertindak secara kolektif. Ribuan tahun yang lalu bertahan hidup nya kita bergantung pada kerjasama didalam sebuah kelompok kecil atau suku. di masa sekarang, masyarakat kita telah terstruktur sedemikian rupa sehingga sebagai individual bisa lebih independen dalam bertahan hidup. Kita masih mempunyai insting kolektif itu, yang pada akhirnya kita gunakan dalam lingkaran sosial dan hubungan kita dengan orang lain. tapi semakin lama insting tersebut tidak lagi menjadi terlalu penting untuk bertahan hidup atau diturunkan secara genetik ke generasi selanjutnya.

(mungkin ada yang tidak setuju dengan pemikiran ini karena menurutnya hubungan "kolektif" berkelompok ini telah berkembang dengan sangat komplek oleh kemajuan teknologi, tapi itu terlalu jauh dan bukan itu point yang ingin dibahas disini )

jadi, bagaimana hal ini berkorelasi dengan trading?

yang pertama,dimana atau kapan pemikiran kolektif ini akan membuat kita gagal sebagai trader.

Pengaruh dari non-trader

Ketika kamu mulai berbicara dengan orang terdekat dihidupmu tentang bisnis trading yang ingin kamu tekuni ( atau ingin menjadi fulltime trader), kemungkinan kamu akan mendapat berbagai jenis respon.

teman dan keluarga,hanya akan selalu mengharapkan sesuatu hal yang terbaik untukmu dalam setiap nasihatnya. dan kemungkinan besar tidak terlalu mengerti tentang dunia finansial market sehingga kurang bisa membantu karir tradingmu ( jangan salahkan mereka )

Bahkan kemungkinan besar orang-orang tersebut akan sangat tidak tertarik dengan dunia trading dan finansial market. dengan segera kamu akan dibombardir dengan nasihat-nasihat yang intinya melarangmu untuk terjun dalam bidang ini.

Seperti yang sudah saya sebutkan mereka akan selalu mengharapkan yang terbaik untukmu. tapi coba pertimbangkan hal ini, jika rata-rata orang memahami trading dari menonton film semacam boiler room, wolf of wall street dan sejenisnya maka opini dan nasihat mereka tentang berkarir di dunia trading mungkin tidak terlalu layak untuk didengar dan diikuti.

bersikaplah sopan, lakukan hal terbaik untuk menurunkan nada bicara dari nasihat yang datang dari orang dengan kategori seperti ini. maksud mereka pastilah baik, khawatir denganmu. jangan malah merasa kesal, jangan katakan bahwa mereka salah, jangan koreksi mereka, cukup sadarilah mereka sangat peduli dengan kamu,mereka melakukannya dengan mengekspresikannya dalam bentuk memberikan pendapat dan nasihat. dan tentu hal itu sangat berarti bagimu secara personal, jadi berterima kasihlah kepada mereka, dan segera ganti subjek pembicaraan.

ada satu pengecualian dari tipe orang seperti ini ( teman dan keluarga ) yaitu orang yang mau berbicara dan mendengarkan secara detail apa itu dunia trading dan tidak memberikan penilaian secara sepihak.

Pengaruh dari teman trader dan para "experts"

Diluar dari teman dan keluargamu, para trader baru akan cenderung "jatuh cinta" dengan para komentator market dan master trading. hal itu masuk akal, jika kamu ingin melakukan sesuatu dengan benar, maka ikuti yang sudah ahli. tapi coba pikirkan, bahkan jika seorang itu sangat ahli, apakah kamu kenal dengan pemain basket yang akhirnya menjadi profesional atlit basket dari hanya melihat pertandingan NBA setiap hari?.

Sang expert atau master ini katakanlah setengah bagus, malah kebanyakan gak bagus sama sekali dan malah membangun bisnis trading dari berjualan signal, mengumpulkan rebate dengan "memaksa" trader newbie bergabung di affiliasinya, atau bahkan membuat seminar dari pengetahuan copy paste dari google. karena hanya dengan cara itulah dia bisa menjadi kaya dari bisnis ini. kamu akan sering bertemu orang macam ini ketika kamu sudah mulai paham dan berpengalaman dalam mengidentifikasi bakat orang lain.

Yang lebih parah lagi adalah, trader non-profesional akan lebih sering menyalahkan hancurnya akun mereka disebabkan oleh rekomendasi dari para ahli karena pengaruh eksternal dari sinyal para master yang akhirnya loss besar. hal ini akan lebih terasa berat dibandingkan dengan loss hasil pemikiran sendiri. Jika kamu mendapat sinyal dari seorang "ahli" dan kemudian loss bukan hanya membuktikan bahwa kamu salah tapi kamu juga akan merasa bahwa si ahli ini juga salah dan mirisnya kamu sudah menempatkan sang ahli dalam pikiranmu sebagai orang yang lebih berpengalaman dalam trading dibanding dirimu sendiri.

setelah membaca ini, mungkin akan ada yang mengatakan:
"Oh, tapi saya gak pernah nonton CNBC, atau mendengarkan signal-signal dari orang yang disebut ahli atau master sama sekali... saya tidak mungkin punya masalah ini!". benarkah?
Apakah kamu pernah mengikuti sebuah webinar yang membahas tentang sebuah trading system yang baru? pernah memabaca pembahasan online terbaru mengenai pair yang sedang kamu tradingkan dengan niat hanya ingin "melihat" apa yang dilakukan oleh trader lain? atau pernah membaca jurnal trading trader lain dan kamu ngiler melihat chart mereka?

kamu pikir semua itu apa?, kamu baru saja sedang menciptakan sebuah prasangka didalam alam bawah sadarmu dan kemungkinan kamu sendiri tidak menyadarinya. Jika seandainya trader yang kamu kagumi itu suatu hari entry BUY long dengan berbagai macam teorinya,dan kamu duduk sendiri menganalisa chart dengan caramu sendiri dan kemudian kamu memiliki keputusan sendiri, kira-kira kecenderungan entry kamu akan kemana? biasanya kamu pun akan ikut dengan kecenderungan BUY bahkan jika kamu mengambil posisi SELL pun, dalam dirimu pasti akan ada perasaan tidak nyaman dengan pengambilan keputusan tersebut.

Sekali lagi saya katakan, tidak ada yang salah dengan menginginkan terhubung dengan kolega atau teman-teman di komunitas forex, merasa diikutsertakan, merasa percaya diri karena banyak orang yang entry nya sama denganmu; itu semua normal. tapi ingat apa yang pernah saya katakan tentang normal? klik disini untuk membaca.

Beberapa dari kamu mungkin sudah melewati fase ini, mungkin kamu sudah tidak terpengaruh oleh sentimen dari trader lain,sinyal,dan chart. Kamu mungkin tetap menikmati membaca pendapat trader lain tapi hanya membacanya secara objektif. dan kamu tidak mempunyai masalah atau keraguan jika analisa mereka tidak sama dengan yang kamu buat.kamu mungkin hanya akan trading dan melakukan entry setelah melakukan analisa tanpa prasangka,ketat dan penuh perhitungan. Semua itu bagus, tapi "pemikiran kolektif" mu belum selesai sampai disini.

pernahkah kamu loss dalam satu trade kemudian kamu mencari tau kira-kira apa yang dilakukan trader lain yang posisinya sama denganmu dan kamu mulai mempertimbangkan apakah posisi itu ditutup atau ditahan lebih lama?. atau pernahkah kamu terpengaruh oleh mereka yang mengatakan jadikan posisimu sebagai "investasi" jangka panjang ? ya ya ya, pemikiran kolektif masih meracuni pikiranmu.

Trading pada umumnya,terutama ketika kamu sedang berada dalam posisi minus, sangat tidak nyaman. inilah kenapa saya pernah menulis tentang membatasi resiko yang kamu tidak terlalu peduli jika sampai hilang, jadi jika kamu sampai mengalami Mc atau stop out,emosimu tidak akan terpengaruh.

tapi jika kamu sangat resah hanya karena 1 posisi loss, kamu akan cenderung menyalahkan pengaruh external,dan selanjutnya yang kamu lakukan adalah kamu lebih memilih mencari alasan untuk berharap bahwa harga akan berbalik arah dibanding mengcutloss kerugian mu dengan segera. kemudian mencari trader disekitarmu yang mempunyai nasib serupa ( floating minus ) dan berpikir "ah trader ini pun mengambil posisi yang sama denganku, dan dia ini seorang mastah "... semua itu hanya akan memberikan alasan kepada sisi emosional mu untuk terus disakiti posisi minus.

Jika kamu mau menghilangkan penghalang yang terus menghalangimu dari trading yang independen dan menuju level profesional serta konsistensi melalui kerja kerasmu sendiri, kamu harus mengHAPUS semua pengaruh eksternal ketika berhubungan dengan pengambilan keputusan entry entah itu sinyal-sinyal master,chart, analisa orang lain, hanya analisa dan strategi pribadi lah yang ada dalam otakmu. kemudian, matikan CNBC, berhenti browsing forum forex online terutama subforum yang membahas sinyal atau analisa, berhenti dari grup atau trading chat room dimana orang-orang "berteriak" memamerkan hasil analisa dan sinyal tradingnya dll..

jika kamu tidak bisa mengandalkan dirimu sendiri untuk mendapatkan keuntungan di market, maka kamu tidak sedang dalam jalan menuju jalur trader profesional, kamu secara tidak langsung terus menerus menyalahkan hilangnya uangmu kepada sinyal trading orang lain
coba dipikir lagi.

( bukan berarti saya melarang untuk bersosialisasi di forum forex online, tapi coba hindari subforum yang membahas tentang sinyal atau jurnal trading yang bisa mempengaruhi analisamu )

Ini beberapa contoh di dunia nyata mengenai mengapa suatu hal yang bagus untuk mematikan insting pemikiran kolektif

jika kamu pernah membaca biografi orang-orang yang super-sukses ( contoh dalam bidang teknologi: bill gates,Dell, steve jobs, dll , dunia fincance : soros, bogle, dan masih banyak lagi.. ) kamu akan menemukan kebanyakan dari mereka tidak peduli dengan apa yang dipikirkan oleh orang lain tentang mereka, atau apa yang dipikirkan orang banyak tentang hal yang mereka geluti. mereka melakukan apa yang mereka pikir hal terbaik yang bisa mereka lakukan, atau yang paling senang mereka lakukan walaupun dunia sekitar mereka hanya terus menerus memberi mereka cibiran,hambatan dan kata-kata negatif. Secara sederhana, kebanyakan orang yang sangat super-sukses, pada titik tertentu sering dianggap "aneh" dengan begitu mereka bergerak melawan arus dari kebiasaan dan pemikiran orang-orang disekitarnya dan terus melakukan hal yang disukainya.

Ambil contoh Bill Gates, Bapak yang satu ini keluar dari Univeritas Harvard supaya bisa membangun perusahaannya sendiri. jika seandainya dia pergi meminta nasihat dari pihak universitas, keluarga atau teman-temannya, kemungkinan besar mereka akan menyarankannya untuk tetap di harvard dan selesaikan dulu kuliah sebelum memulai berkarir. Tapi pada akhirnya dia drop out dari harvard, dia benci jadi pecundang dan tidak mau kehilangan momen untuk memasuki era booming komputer waktu itu dan telat satu tahun memasuki industri komputer hanya karena harus menyelesaikan kuliah, merupakan hal bodoh baginya. Pertanyaannya apakah itu adalah pilihan yang baik? mungkin tidak, tapi siapapun di planet bumi ini tidak akan meragukan kebesaran kerajaan microsoft yang dia dirikan.
Tag : forex
0 Komentar untuk "Pemikiran kolektif dan korelasinya dengan forex trading -part 1-"
Back To Top