Pemblokiran Situs Radikalisme

Timeline social media hari ini dipenuhi dengan sebuah berita dengan tema pemblokiran situs berlabel islam yang di cap radikal oleh pemerintah. memang belakangan isu ISIS sebagai sebuah gerakan islam radikal yang sudah mulai merasuki jiwa-jiwa orang indonesia sudah cukup meresahkan, diawali dari kaburnya 16 orang WNI di Turki yang ingin ikut bergabung dengan ISIS tapi keburu tertangkap di perbatasan turki dan akhirnya di deportasi. Beberapa hari kemudian jaringan yang membiayai orang indonesia untuk bergabung dengan isis pun terkuak, beberapa ditangkap oleh densus 88 anti terror.

Yang terbaru, hari ini 22 situs islam yang disinyalir menyebarkan paham radikalisme di blokir, para penikmat bacaan tersebut banyak yang berkoar-koar apalagi para haters jokowi teriaknya paling kencang seolah-olah semua urusan pemerintahan adalah pekerjaan presiden ( sudah terbiasa puluhan tahun dipimpin diktator yang mengurusi semua aspek kehidupan nya ). Pemblokiran ini  bagian dari pekerjaan menkominfo dengan program internet positif nya yang merupakan program dari mentri sebelumnya yang memang telah melakukan pemblokiran juga terhadap situs yang bermuatan negatif.

Pertanyaannya apakah pemblokiran ini efektif menangkal radikalisme? jawabannya tidak, karena pemblokiran website secara teknis sangat mudah diatasi. banyak cara untuk mengakses situs yang terkena filter internet positif. pengalaman saya sejak 2 tahun lalu dalam mengakses website forex luar negri yang dianggap illegal karena tidak memiliki izin sangat sederhana, untuk pengguna mobile broadband hanya cukup mengganti DNS sedangkan untuk pengguna cable internet bisa diatasi dengan VPN.

Justu lebih banyak efek buruknya, para radikalis itu militan semakin mereka merasa tertindas bukan makin lemah tapi malah semakin menjadi-jadi karena bahan bacaan tempat mereka biasa mendapat kebahagiaan diblokir. akan terbentuk stigma bahwa pemerintah itu anti-islam karena tidak semua website yang diblokir itu menyebarkan paham radikalisme ada yang hanya sekedar berita-berita walau beberapa seringkali menebar berita palsu yang menebar kebencian.

Salah satu website yang terkena blokir adalah VOA-Islam, sebuah situs yang mencatut nama voice of america yang ditambahi islam sebagai nama nya ( sungguh ironis ). saya sudah sejak lama menempatkan webiste ini dalam blacklist di social media karena artikel-artikel nya selalu menebar kebencian, berita-berita palsu,cerita yang belum tentu benar tapi kemudian ditambah-tambahi biar terlihat benar. sudah banyak orang yang mengkritik website ini sebagai pembawa berita palsu dengan dipaparkan bukti-buktinya tapi anehnya orang - orang yang melabeli dirinya sebagai orang yang agamis sangat menyukai website yang satu ini dengan makin seringnya saya melihat orang di facebook yang menshare artikel dari situs ini.

Dari pada memblokir situs-situs itu lebih baik ditangkap saja jika memang si admin website itu sudah menyebarkan paham-paham yang bertentangan dengan hukum indonesia seperti subversif atau fitnah seperti nasib pemilik akun triomacan di twitter yang sudah terlalu lama menyebarkan paham kebencian dan fitnah di twitter yang pada akhirnya ditangkap polisi. akhirnya saya sudah jarang melihat orang mengquote kata-kata triomacan di social media padahal sebelumnya banyak sekali yang menebar kebencian dengan buktinya adalah screenshoot akun twitter akun anonim seperti triomacan.

Penangkapan akan lebih efektif daripada pemblokiran, menangkap 1 atau 2 orang akan menjadikan dia contoh bahwa pemikiran radikal dan kekerasan itu merupakan hal yang buruk yang tidak semestinya dilakukan di sebuah negara hukum. militan radikal akan menjadikan pemblokiran sebagai alasan untuk semakin membenci pemerintah dan semakin beringas.


Tag : life, opini
0 Komentar untuk "Pemblokiran Situs Radikalisme"
Back To Top