Pelajaran yang bisa diambil dari Peristiwa Kematian Olga Syahputra

Hari kemarin Televisi indonesia dan Twitter diramaikan oleh satu berita yang sama, yaitu meninggalnya komedian indonesia bernama Olga syahputra, dia meninggal pada hari jumat jam 5 sore waktu singapura pada usia yang relatif masih muda, 32 tahun dan belum menikah. dalam waktu singkat twitter pun menjadikan rip olga sebagai trending topic dunia yang artinya hampir sebagian besar manusia indonesia men twitkan hal yang sama secara bersamaan.

Yang saya ingin bahas adalah penyebab dan penyakit yang dialami oleh olga ini, dari info yang saya dapat di media, olga menderita penyakit Meningitis. suatu penyakit yang menyerang membran pelindung yang menyelubungi otak dan sumsum tulang belakang, yang secara kesatuan disebut meningen.Radang dapat disebabkan oleh infeksi oleh virusbakteri, atau juga mikroorganisme lain, dan walaupun jarang dapat disebabkan oleh obat tertentu. Meningitis dapat menyebabkan kematian karena radang yang terjadi di otak dan sumsum tulang belakang; sehingga kondisi ini diklasifikasikan sebagai kedaruratan medis.

Di acara hitam putih yang di pandu dedy kokbujer semalam, dibahas mengenai apa sih penyebabnya dan mengapa keluarga seakan menutup nutupi keadaan olga ketika masih sakit dan dirawat hampir 10 bulan di singapura. salah satu sahabatnya olga yang bernama melani mengatakan kalau olga adalah orang yang takut ke dokter, dia tetap bekerja ketika tubuhnya sudah mulai tidak enak dan muncul benjolan di leher belakangnya. Dedy juga menambahkan ketika dia bertemu olga dia sempat sedikit menyinggung dengan mengatakan "ga, lo kalo sakit ke dokter dong ngapain pake yang klenik2 kaya gitu".

Dari statement - statement diatas saya mengambil kesimpulan penyebabnya adalah ketidak mampuan seseorang dalam mengenal tubuhnya sendiri dan pola pikir irasional tentang penyakit. secara logika saya sempat berpikir dengan keadaan ekonomi olga yang serba berkecukupan mengapa dia  tidak bisa mendapatkan fasilitas medis yang memadai jauh-jauh hari sebelum penyakitnya semakin parah dan baru mendapatkannya ketika keadaan telah terlalu parah. ternyata jawabannya ada di acara hitam putih itu, olga mendiamkan penyakitnya, dia tidak peduli dengan sinyal-sinyal yang dikeluarkan oleh tubuhnya jauh-jauh hari sebelum bertambah parah, dan semua itu diperparah dengan lebih suka pergi ke pengobatan irasional seperti dukun atau ustad dan sejenisnya yang TIDAK berkompeten dalam bidang medis dibandingkan dengan pergi ke dokter spesialis

Tubuh manusia itu seperti sebuah pemerintahan setiap organ dan sell adalah rakyat yang bekerja terus menerus tanpa henti untuk memastikan seluruh sistem berjalan dengan sempurna dan semua dibawah perintah presiden yang bernama otak atau brain atau kesadaran. tanpa pemimpin rakyat itu tidak akan bisa hidup. Seperti halnya pemerintahan ketika ada kebijakan yang tidak sesuai dengan hati nurani rakyat maka rakyat akan melakukan protes atau demo adakalanya demo ini didengarkan oleh presiden dan adakalanya tidak. sama halnya dengan tubuh kita, ketika kita melakukan sesuatu terhadap tubuh yang tidak sesuai kesehatan seperti makan makanan yang tidak sehat, tidak pernah olahraga, dan gaya hidup tidak sehat lainnya maka sell - sell dalam tubuh akan melakukan demo yang seolah-olah berkata "hai otak kamu sudah melakukan hal yang salah lihat kami jadi menderita dan jika kamu terus melakukan hal itu kamu sendiri yang rugi" . demo ini akan berefek seperti tubuh yang hangat, kepala pusing, dan hal-hal abnormal lain yang merupakan sebuah warning akan ketidakberesan yang terjadi dalam tubuh. ketika kita sebagai presiden mendengarkan keluhan "rakyat" seperti itu kita memiliki 2 pilihan kebijakan, mendengarkan atau tidak mempedulikan. yang pada akhirnya akan menentukan keadaan seluruh "negara" secara keseluruhan apakah akan kacau atau damai.

Itulah mengapa merupakan hal penting untuk mengenal tubuh kita sendiri, menjadi presiden yang baik bagi diri sendiri yang mendengarkan keluhan rakyat. Saya pribadi adalah orang yang jarang sekali sakit, dalam satu tahun belakangan penyakit paling parah yang saya derita adalah pilek itupun karena ketularan oleh orang-orang dekat. itu semua karena saya sering mendengarkan suara rakyat, saya dapat membaca signal yang diberikan oleh tubuh ketika something go wrong. kata orang bijak mencegah itu lebih baik daripada mengobati. contohnya ketika tenggorokan sudah mulai sakit dan kepala agak pusing itu merupakan tanda demam yang dikeluarkan oleh tubuh saya, dan saat itu saya akan berhenti beraktifitas yang berlebihan, tidur lebih cepat dari jam biasa dan minum lebih banyak air putih. Contoh lain, ketika sering merasa ngantuk di pagi hari,gampang lelah dan lemas itu adalah tanda bahwa tubuh ingin berolahraga dan beraktifitas lebih banyak diluar ruangan maka dengarkan keluhan rakyat ini maka kamu akan menjadi presiden yang sukses membawa negara kedalam kemakmuran.

Orang yang memeriksakan kondisi tubuhnya ke rumah sakit atau dokter saja kadang kala bisa salah deteksi apalagi mengkonsultasikan dengan orang yang tidak punya ilmu dan kompetensi di bidang medis sudah pasti hasil akhirnya akan ngawur. Almarhum adik saya dulu mengalami hal yang sama, salah diagnosa oleh dokter di satu rumah sakit yang pada akhirnya menyebabkan hal yang fatal. Masih banyak rakyat indonesia yang pikirannya masih primitiv sebagai contoh ketika sakit, instead pergi ke dokter lebih memilih pergi ke dukun/alternativ/ustad dan sejenisnya dengan berbagai alasan dari kepercayaan sampai biaya yang lebih murah. Ini pun saya alami dalam kasus adik saya dulu, ketika dia sedang dalam kondisi kritis, meracau dan dokter tidak mengerti apa yang terjadi waktu itu, maka keputusan yang irasional lah yang bermain dipanggilah "orang pintar" dan seperti yang saya bilang diawal hasilnya akan ngawur ( dibilang ini adalah penyakit kiriman dan hal ngawur lain). Ini merupakan insting turunan manusia yang akan cenderung melakukan hal yang irasional ketika berhadapan dengan hal yang dia tidak mengerti.

Dalam kasus olga dia melakukan dua hal diatas tidak mempedulikan warning dari dalam tubuh dan melakukan hal irasional untuk mengatasi kekacauan dalam tubuhnya. Ini merupakan pelajaran yang sangat berharga, cobalah mulai hari ini untuk mengenal tubuh kita sendiri, banyak orang yang tidak mengenal tubuhnya, tidak paham dengan sinyal-sinyal yang ditunjukan oleh tubuhnya, tidak mempedulikan ketika rakyat-rakyat kecil dalam negara nya melakukan demo yang akhirnya berakhir dengan kerusuhan yang menyebabkan tumbangnya sang presiden dan kehancuran bagi negara. dan mulai sekarang cobalah untuk belajar berpikir rasional dimulai dari tentang kesehatan, banyak sekali penyakit yang sebenarnya diakibatkan oleh diri kita sendiri atau penyebab yang sebenarnya sudah sangat jelas hanya saja kita sering kali mencari kambing hitam mencari - cari faktor eksternal yang menyebabkan penyakit itu.

Semoga peristiwa ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua.
Tag : life
0 Komentar untuk "Pelajaran yang bisa diambil dari Peristiwa Kematian Olga Syahputra"
Back To Top