Apa itu Stock Market? Part 2


Artikel ini merupakan lanjutan dari artikel sebelumnya, jika belum membaca part 1 saya sarankan untuk membacanya terlebih dahulu disni .

Stock Exchanges

Mari kita kembali pada gerai pizza imajiner kita. jika kamu ingin mendirikannya dan tertarik untuk merekrut sekumpulan investor, dimana kira-kira kamu akan menemukan orang-orang itu? Kamu bisa saja membuat iklan di koran atau website, atau kamu bisa menghubungi teman atau saudara mu yang kira-kira akan tertarik untuk menjadi investor.tapi bagaimana jika beberapa dari investor awal restoran mu memutuskan bahwa setahun kemudian mereka akan menjual saham yang sudah mereka beli? mereka akan bergerak untuk mencari pembeli baru, yang kemungkinan akan susah, terutama jika performa perusahaan nya tidak terlalu bagus.

Pasar saham ( stock market ) merupakan solusi dari masalah tersebut. saham dari perusahaan yang diperdagangkan secara publik dibeli dan dijual di pasar saham ( juga dikenal dengan stock exchanges). New York Stock Exchange (NYSE) adalah salah satu contoh dari pasar saham seperti ini. di lingkungan tempat tinggalmu mungkin ada yang namanya "supermarket" yang menjual makanan. Alasan kamu pergi ke supermarket adalah karena kamu bisa pergi hanya ke satu tempat dan membeli semua tipe makanan yang berbeda-beda yang kamu butuhkan-- tentu hal ini lebih nyaman dibandingkan kamu harus membeli satu persatu barang ditempat yang berbeda. NYSE adalah supermarket untuk saham. NYSE bisa dibayangkan sebagai sebuah ruangan besar dimana semua orang yang ingin membeli dan menjual saham bisa datang untuk melakukan aksi jual dan beli.

Pasar saham modern telah mempermudah proses beli dan jual. kamu tidak harus secara langsung datang ke New York untuk berkunjung ke NYSE. Kamu bisa memanggil broker saham yang melakukan bisnis dengan NYSE atau kamu bisa membeli dan menjual saham secara online dengan fee yang kecil. Ada 3 Pasar saham Terbesar di Amerika Serikat yaitu:

1. NYSE - New York Stock Exchanges
2. AMEX - American Stock Exchanges
3. NASDAQ - National Association of Securities Dealers

Jika pasar saham tersebut tidak ada, membeli dan menjual saham akan menjadi lebih sulit. Kamu harus memasang iklan di koran, menunggu telpon dan negosiasi harga kapanpun kamu ingin menjual saham yang kamu miliki. Dengan keberadaan pasar saham kamu bisa menjual dan beli saham secara instan.

Pasar saham mempunyai efek samping yang menarik. Karena proses jual dan beli terpusat di satu tempat, dan hampir semuanya dilakukan secara elektronik atau online, kita bisa melacak dan menganalisa pergerakan fluktuasi harga saham secara real time. contohnya investor bisa melihat bagaimana harga saham bereaksi terhadap berita dari perusahaan, laporan media, berika ekonomi nasional,  dan banyak faktor lainnya.

Sebagai contoh, Semua saham yang diperdagangkan secara publik wajib menerbitkan laporan pendapatan setiap 4 bulan sekali melalu suatu badan yang disebut SEC ( Securities and Exchange Commision ).  jika pendapatannya jelek atau berkurang dari sebelumnya, para pemegang saham mungkin saja akan melakukan aksi jual sebagian dari saham mereka, yang berakibat pada penurunan harga saham tersebut. tapi jika laporan dari surat kabar menyatakan bahwa restoran pizza kamu mengalami peningkatan popularitas, akan banyak orang yang tertarik untuk membeli saham restoran mu dan otomatis harga saham akan naik.

Tapi sebelum kita membahas terlalu dalam mengenai seluk beluk harga saham, mari kita bahas dulu apa itu korporasi. Bahkan jika seandainya kamu itu pemilik bisnis restoran pizza, kamu tidak akan bisa menjual saham mu di stock market jika bisnis mu belum berupa korporasi.

Korporasi ( Corp )

Semua jenis usaha atau bisnis yang ingin melakukan penjualan saham baik itu kepada investor perorangan atau publik harus berupa korporasi terlebih dahulu. Proses hukum dari merubah sebuah bisnis menjadi korporasi disebut inkorporasi/Inc .

Jika kamu memulai bisnis pizza mu dengan uang sendiri ( bahkan jika uang itupun hasil pinjam dari bank ) maka kamu telah membentuk sebuah kepemilikan tunggal. kamu menguasai seluruh restoran sendirian, kamu harus membuat semua keputusan bisnis, dan kamu mendapatkan semua profit yang dihasilkan. Jika 3 orang mengumpulkan uangnya dan bersama-sama memulai sebuah restoran sebagai team, maka mereka telah membentuk sebuah kerjasama. tiga orang tersebut menjadi pemilik restoran, membagi keuntungan dan membuat keputusan bersama-sama.

Sebuah korporasi itu berbeda, dan konsep ini cukup menarik.  Korporasi adalah "orang virtual" mengapa disebut orang virtual karena sebuah korporasi itu terdaptar di pemerintah, memiliki nomor pajak sendiri, bisa memiliki property, memiliki kemampuan menggugat dan membuat kontrak. secara definisi, korporasi memilik saham yang bisa dibeli dan dijual. semua pemilik dari korporasi memegang saham dari korporasi tersebut untuk merepresentasikan kepemilikannya. Satu karakteristik dari "Orang virtual" ini adalah memiliki jangka waktu hidup yang tidak terhingga.

Ada banyak hukum yang mengontrol korporasi, hukum-hukum tersebut ada untuk mengatur bagaimana sebuah korporasi itu beroperasi, bagaimana pengaturan organisasinya, dan bagaimana para pemegang saham dan khalayak umum mendapatkan perlindungan. sebagai contoh, setiap korporasi harus mempunyai direksi. para pemegang saham di korporasi itu bertemu setiap tahun dalam sebuah rapat untuk melakukan voting terhadap siapa saja yang akan duduk sebagai direksi perusahaan. direksi membuat keputusan bisnis untuk perusahaan. mereka akan merekrut officer ( pemimpin perusahaan dan berbagai posisi strategis lainnya di perusahaan ), membuat keputusan perusahaan dan membuat kebijakan perusahaan. Anggaplah direksi ini sebagai otak dari orang virtual tadi. Bahkan jika sebuah korporasi ini hanya mempunyai satu orang pekerja yang juga merupakan pemilik semua saham yang ada dalam korporasi itu, tetap harus mempunyai direksi.

Alasan lain dari keberadaan korporasi adalah untuk memabatasi kewajiban pemilik dalam batas waktu tertentu. Jika Korporasi itu terkena gugatan hukum, maka korporasi itulah yang akan membayar semua biaya gugatan. Korporasi itu bisa saja akhirnya bangkrut, tapi iu adalah hal terburuk yang mungkin bisa terjadi. Jika kamu adalah pemilik tunggal restoran, dan restoranmu di gugat ke meja hijau, maka pada dasarnya kamulah yang di gugat, "kamu" dan "restoran" itu sudah jadi hal yang sama. dan jika kamu kalah di pengadilan, maka kamu akan kehilangan semua yang kamu miliki dalam prosesnya.

Untuk part berikutnya kita akan membahas mengenai hubungan antara pemegang saham dengan korporasi.




Tag : stocks
0 Komentar untuk "Apa itu Stock Market? Part 2"
Back To Top